17-an, kita udah merdeka ato belum
17 Agustus 1945 yang jatuh pada hari Jum’at, 17 Ramadan 1365 H adalah hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat. Setelah Naskah Proklamasi dibacakan, kata2 merdeka mulai berkumandang dari tempat ke tempat, dan juga pada khotbah solat jum’at. Dari mulut ke mulut. Tapi apa kita udah merdeka? Merdeka dari siapa? Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia secara utuh pada 27 December 1949, sesudah ini apa kita udah merdeka? Sudah? Masa sih? Hmm.. Apa politik kita udah merdeka? Apa politik kita tanpa campur tangan pihak asing? Kemana perginya kekayaan alam kita yg melimpah? Sebagian dikorup, sebagian kepihak asing, kita tuh dibodohin, masak harta sendiri orang lain yg mengolah, setelah mereka olah, mereka jual lagi ke kita, sebagai contoh yg mudah aja deh. Kain, indonesia memproduksi kain, lalu diekspor, setelah itu diolah menjadi pakaian jadi oleh pihak asing, bodohnya lagi baju ini diimport Indonesia, dan ada juga orang bodoh yg beli, dengan embel2 produk import. Hey bung, kenapa gak beli produk Indonesia aja, lebih murah dan berkualitas, tapi masalahnya belum banyak yang bisa mengolah. Emang sih dah banyak sekarang factory2 outlet gitu, tapi klo untuk kekayaan alamnya gimana dong? Contohnya Caltex, kenapa harus caltex sih? Kenapa Indonesia bikin perusahaan sendiri (gw rela kok nama perusahaannya
Ketex ), Emang sih hasilnya untuk Indonesia juga, tapi pasti ada dong jatah2 buat pihak investornya, Jeh ! Ya iya lah, klo gitu mereka nikmatin harta kita dong? Trus harta Indonesia ini sebagian (ehm, sebagian besar ato kecil silahkan tentuin sendiri) lagi dimakan oleh bapak pembangunan kita, baca kutipan dari Time Asia bulan May 1999, Time Asia reported that the Suharto family fortune is worth an estimated US$15 billion in cash, shares, corporate assets, real estate, jewelery and fine art. US$9 billion of this is reported to have been deposited in an Austrian bank. The family is said to control about 36,000 km² of real estate in Indonesia, including 100,000 m² of prime office space in Jakarta and nearly 40 percent of the land in East Timor. Over US$73 billion is said to have passed through the family’s hands during Suharto’s 32-year rule. Gile cing, berapa banyak noh? Yah gw harap sih bapak Tua sadar akan dosa2nya, mudah2an beliau bikin surat wasiat buat negara Indonesia, lumayan lah buat bayar utang yg bejibun.
(more…)

